5.5.14

Anak yang berprestasi

Diposkan oleh Dio Septa Sanjaya di 23.15 1 komentar
Dulu di desa sulur ada seorang anak bernama Dodo. Dodo berumur 6tahun.  Dodo adalah orang miskin. Dodo tapi suka membantu orang lain. Dodo bekerja sebagai tukang sampah jalanan di dalam desa sulur agar bersih. Pekerjaan itu selalu dikerjakannya dengan rajin agar mendapat upah. Tiap hari Dodo mendapat uang senilai Rp.5,000.
Suatu hari saat Dodo sedang membersihkan jalanan, Dodo melihat orang sedang dicopet. Karena Dodo suka membantu, Dodo ikut mengejar diam-diam. Lalu orang itu lelah, pencopet tak lama kemudian juga lelah. Lalu Dodo mendatanginya diam-diam dan menangkapnya. Copet itu dibawa ke kantor polisi. Polisi akhirnya berterimakasih karena copet itu sudah dicari-cari sejak lama.
Berita itu disampaikan di berita televisi. Sampai pemerintah mengetahuinya. Pemerintah merasa kasihan kepada Dodo karena dia miskin tetapi dia sudah berbuat kebaikan. Pemerintah lalu menyekolahkan Dodo didekat rumahnya. Dodo senang sekali. Dodo lalu ingin belajar terus.
Saat sekolah, Dodo belajar dengan sangat giat dan rajin. Dodo sekarang sudah berumur 10 tahun. Dodo sekarang juga sudah sangat pintar dan berprestasi. Dodo merasa senang dan berterimakasih kepada pemerintah yang menyekolahkan Dodo.
Lalu pemerintah ingin mengadakan lomba kepintaran. Setelah diumumkan ternyata yang ikut sangat pintar-pintar. Saat pengumuman hampir berakhir ternyata Dodo juga ikut. Dodo sangat senang dan selalu belajar untuk lombanya.
Ternyata ada pengumuman lagi kalau lombanya dari hari senin sampai minggu. Dodo kaget karena semua pelajaran ada di lomba itu dan musuhnya sangat pintar-pintar dan susah. Dodo ingin selalu belajar tiap hari karena sebelum lomba dibolehkan belajar di rumah oleh gurunya seharian. Akhirnya dodo belajar dirumah seharian. Tak lama kemudian Dodo merasa lapar tapi Dodo tidak mempunyai uang. Dodo lalu meminta makanan kepada tetangga di dekat rumahnya. Karena tetangga Dodo baik-baik orangnya akhirnya Dodo diberi makan.
Dodo belajar terus hingga malam senin. Saat lomba Dodo merasa ragu-ragu dan deg-degan. Akhirnya Dodo tidak ragu-ragu dan deg-degan lagi karena baru tahu jika menang mendapat 10 juta. Akhirnya sudah selesai lombanya. Beberapa hari kemudian ada pengumuman lagi. Dodo deg-degan. Saat diumumkan, ternyata musuh dodo yang menang. Dodo merasa sedih . Tapi tiba-tiba orang yang mengumumkan datang ke rumah Dodo dan memberitahu kalau Dodo pemenangnya. Dodo merasa heran. Akhirnya orang yang mengumumkan bilang kalau pemenangnya mencontek dodo diam-diam. Akhirnya Dodo senang dan mendapatkan 10 juta dari pemerintah.

14.4.14

Boleh Dilihat Ga Boleh Dipegang

Diposkan oleh BrenciA KerenS di 13.52 2 komentar
Udah beberapa kali saya bekerja di beberapa tempat yang berbeda. Macem bidangnya, dari mulai retail jualan minyak goreng, jualan pompa, jualan jasa bordir komputer, jualan jasa pengadaan di perusahan migas, bikin dokumen antena microwave, tukang gambar autocad, sampe akhirnya sekarang ngurusin perusahaan temen sendiri. Beda rasa beda cara. Ketemu banyak orang juga beda-beda. Ketemu nya juga dengan banyak suku dan ras yang tidak semua jawa dan muslim. 

Tapi dari semua perusahaan tempat saya bekerja, sepertinya punya 1 kesamaan. Saya baru nyadar setelah saya selo mikirin track record saya. Absurd sih, secara saya mikirinya juga karena lagi selo siang-siang di kantor. Persamaannya adalah ternyata saya tanpa sengaja, saya selalu punya bos dengan tipe yang sama. Sebut saja bos saya semuanya ENAK DILIAT.

27.3.14

Tempat Nyaman Untuk Kami

Diposkan oleh BrenciA KerenS di 17.12 2 komentar
Hampir 2 tahun sejak kepindahan kami dari depok 2012 kemarin. Saya dan dio memulai kehidupan baru di semarang. Kembali ke keluarga dan tempat seharusnya kami berada. 

Mungkin rasa Syukur tak terhingga yang bisa saya ungkapkan untuk kebaikan dan nikmat Allah selama hampir 2 tahun ini. Mengingat semua perjalanan yang saya lalui kok nikmat dan nyaman. Susah yang dulu saya bayangin kok ga seperti susah yang seharusnya. Kebayang dulu apa yang bisa saya lakukan after divorce. Ga punya pekerjaan, ga punya tempat tinggal, duit cuma dikit? Logika saya bilang gimana saya bisa hidup di semarang. Karena selama 7 th lebih pernikahan saya ga lebih dianggap benalu. Cuma bisa nrima aja. Dan kemudian saya harus dihadapkan pada realita bahwa saya harus hidup sendiri tanpa suami, membesarkan anak dan menghidupi saya anak saya sendiri. Tapi ternyata itulah awal dari hidup saya, saya baru benar-benar merasa hidup setelah perceraian itu.
 

Mama Dio KerenS Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting